<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Orang Indonesia Malas Membaca?</title>
	<atom:link href="http://jagatalun.com/2009/01/01/orang-indonesia-malas-membaca/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jagatalun.com/2009/01/01/orang-indonesia-malas-membaca/</link>
	<description>Tempat Para Bocah Berkiprah dan Para Mbah Tetirah</description>
	<lastBuildDate>Wed, 23 Nov 2011 05:38:57 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<item>
		<title>Oleh: Orang genah</title>
		<link>http://jagatalun.com/2009/01/01/orang-indonesia-malas-membaca/#comment-271</link>
		<dc:creator><![CDATA[Orang genah]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 24 Oct 2010 18:45:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jagatalun.wordpress.com/?p=373#comment-271</guid>
		<description><![CDATA[Sekarang jaman sudah maju dan modern,orang membaca dan mencari informasi bkan hanya dari buku atw koran,toh skrang udah ada internet yang bisa kita baca informasinya dan lebih gamblang, . .dan jga skrang byk stus2 dr sebuah perusahaan penerbit atw pun mediamasa yang terbuka secara online. . .jd bkan dr tolak ukur jmblah penjualan sebuah buku untk menghukum &#039;MASYARAKAT INDONESIA KURANG MINAT BACANYA&#039; udah modern bu. . .dan ingat internet lebih dr murah. . .]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sekarang jaman sudah maju dan modern,orang membaca dan mencari informasi bkan hanya dari buku atw koran,toh skrang udah ada internet yang bisa kita baca informasinya dan lebih gamblang, . .dan jga skrang byk stus2 dr sebuah perusahaan penerbit atw pun mediamasa yang terbuka secara online. . .jd bkan dr tolak ukur jmblah penjualan sebuah buku untk menghukum &#8216;MASYARAKAT INDONESIA KURANG MINAT BACANYA&#8217; udah modern bu. . .dan ingat internet lebih dr murah. . .</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: strez</title>
		<link>http://jagatalun.com/2009/01/01/orang-indonesia-malas-membaca/#comment-103</link>
		<dc:creator><![CDATA[strez]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Sep 2009 21:14:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jagatalun.wordpress.com/?p=373#comment-103</guid>
		<description><![CDATA[saya rasa ini kesalahan kita semua pak Billy, dan jelas yang berkuasa yang paling bersalah atas hal ini semua, sebagai pucuk pimpinan tertinggi yang kelak akan dimintai pertanggung jawabannya di akhirat nanti.

saya kerap mengajak teman-teman saya membaca buku(dari berbagai ragam ilmu), susahnya minta ampun. Padahal mereka semua bisa dikatakan kaum intelektual(kuliah soalnya). kecenderungan mereka lebih tertarik dengan bacaan-bacaan yang berhubungan dengan materi kuliah mereka.

ya rasanya memang benar, di abad ini manusia dijadikan komoditi, mulai dari institusi pendidikan, kesehatan, religi, dan lain-lain. mazhab teori filsafat barat(spesifikasi ilmu) yang dijadikan acuan, padahal itupun di abad petengahan.

walhasil pendidikan kita hanya membentuk manusia-manusia satu dimensi yang hanya berdasar pada hanya satu keilmuan. Membuat tertutup pintu hati dan pikiran untuk menuju hikmah pembelajaran-pemahaman akan lautan ilmu yang sebenarnya sangat begitu luas.

wallahua&#039;lam bishowab]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya rasa ini kesalahan kita semua pak Billy, dan jelas yang berkuasa yang paling bersalah atas hal ini semua, sebagai pucuk pimpinan tertinggi yang kelak akan dimintai pertanggung jawabannya di akhirat nanti.</p>
<p>saya kerap mengajak teman-teman saya membaca buku(dari berbagai ragam ilmu), susahnya minta ampun. Padahal mereka semua bisa dikatakan kaum intelektual(kuliah soalnya). kecenderungan mereka lebih tertarik dengan bacaan-bacaan yang berhubungan dengan materi kuliah mereka.</p>
<p>ya rasanya memang benar, di abad ini manusia dijadikan komoditi, mulai dari institusi pendidikan, kesehatan, religi, dan lain-lain. mazhab teori filsafat barat(spesifikasi ilmu) yang dijadikan acuan, padahal itupun di abad petengahan.</p>
<p>walhasil pendidikan kita hanya membentuk manusia-manusia satu dimensi yang hanya berdasar pada hanya satu keilmuan. Membuat tertutup pintu hati dan pikiran untuk menuju hikmah pembelajaran-pemahaman akan lautan ilmu yang sebenarnya sangat begitu luas.</p>
<p>wallahua&#8217;lam bishowab</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Hetti</title>
		<link>http://jagatalun.com/2009/01/01/orang-indonesia-malas-membaca/#comment-35</link>
		<dc:creator><![CDATA[Hetti]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Mar 2009 04:12:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jagatalun.wordpress.com/?p=373#comment-35</guid>
		<description><![CDATA[Jangan memberikan kesimpulan, tanpa survei ilmiah.Tidak setiap orang yang lebih gemar karya fiksi dibanding karya ilmiah.Dan satunya lagi, membaca tidak identik dengan membeli.
saya pikir, sebagai intelektual janganlah kita menjustifikasi, apalagi menghakimi....sebaliknya kita mengajak dan emotivasi generasi muda kita agar bangsa kita cinta membaca....]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Jangan memberikan kesimpulan, tanpa survei ilmiah.Tidak setiap orang yang lebih gemar karya fiksi dibanding karya ilmiah.Dan satunya lagi, membaca tidak identik dengan membeli.<br />
saya pikir, sebagai intelektual janganlah kita menjustifikasi, apalagi menghakimi&#8230;.sebaliknya kita mengajak dan emotivasi generasi muda kita agar bangsa kita cinta membaca&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

