Perjalanan Alat Rekam: Dari Phonograph hingga Compact Disc


Disadari atau tidak, musik kini menguasai banyak ruang dengar manusia. Pada berbagai kegiatan dalam kehidupannya, manusia melibatkan musik, walaupun seringkali memang hanya sebagai pendengar pasif.

Pada awalnya kebutuhan manusia untuk mendengar musik hanya bisa terpuaskan dengan berbagai pertunjukan langsung. Tentu saja, tidak selalu keinginan manusia ini terpuaskan. Karena, seberapa banyak pertunjukan musik, dalam berbagai skalanya, bisa digelar? Seberapa besar pula kemampuan manusia untuk bisa terus mengaksesnya?

Di akhir abad 18 dan awal abad 19, kebutuhan manusia untuk bisa mereproduksi musik sehingga bisa terus menerus dinikmati publik yang semakin luas, melahirkan beberapa penemuan. Kebutuhan manusia terpuaskan sementara dengan alat seperti ’kotak musik’ dan ’nickelodeons’.kotak-musik-balerina

music-boxKotak musik atau music box adalah perangkat dari abad 19 yang bisa memperdengarkan suara. Alat ini pertama kali dibuat oleh para artis pembuat jam di Swiss yang digerakkan dengan mesin jam.

Dalam perkembangannya, kotak musik memiliki ukuran yang beragam mulai dari ukuran saku hingga yang bisa diletakkan sebagai furniture di ruangan. Sedangkan nickelodeons adalah sejenis phonograph atau alat untuk memainkan musik yang dioperasikan dengan menggunakan uang koin (nickel).

Namun demikian, kebutuhan lain hadir hingga menuntut penemuan teknologi yang lain pula. Teknologi rekaman pertama dibuat di tahun 1877 oleh Thomas Edison. Alat yang merupakan prototip phonograph yang mengeluarkan suara akustik itu memainkan lagu ”Mary Had a Little Lamb”.

Kehadiran phonograph dan kemudian gramophon (versi Inggris dan salah satu merek dari phonograph) yang diciptakan oleh Emile Berliner di tahun 1882, membuat manusia menjadi terbiasa mendengarkan musik di rumah. Piringan hitam menjadi piranti untuk memutar bergam jenis musik

gramophon

Phonograph karya Edison (atas) dan Gramophon (bawah).

Saat itu juga mulai muncul beragam jenis musik. Musik-musik jenis baru seperti Jazz dan Blues, yang lebih dikenal sebagai musik popular mulai mencuri perhatian. Apalagi musik-musik popular terdengar lebih ringan dan lebih mudah dicerna dibandingkan musik klasik yang telah lebih dulu populer. Kehadiran beragam jenis musik ini, membuat kebutuhan masyarakat semakin besar. Industri rekaman pun mendapat imbasnya.

radioradio-2

Industri rekaman yang mulai menggeliat sejalan dengan membesarnya kebutuhan masyarakat atas musik rekaman, sempat dikagetkan dengan munculnya radio. Pada awal radio ditemukan, angka penjualan rekaman musik menurun hingga separuhnya. Peluang mendengarkan musik melalui radio tanpa perlu memiliki rekaman aslinya, membuat masyarakat sempat melupakan kebiasaan mereka membeli album rekaman.

Namun kemudian disadari, radio bisa menjadi alat yang efektif untuk mempromosikan album rekaman. Bahkan akhirnya, industri musik, termasuk penjualan gramophone sebagai alat pemutar musik rekaman di rumah, terdongkrak dengan kehadiran radio.

Industri rekaman juga mengalami perkembangan pesat di tahun ’50-’60an karena adanya perkembangan musik Rock n Roll yang merangsang pembeli anak muda. Apalagi saat itu piringan hitam yang sebelumnya hanya mampu menyimpan musik dengan durasi beberapa menit, digantikan piringan hitam versi panjang yang dapat menyimpan musik sepanjang 20 menit di setiap sisinya.

kaset

Perkembangan pada medium perekam membuat musik rekaman semakin murah dengan kualitas yang semakin baik. Misalnya saja penemuan pita magnetik oleh 3M di tahun 1947 yang membuat suara rekaman semakin baik, dengan biaya yang lebih murah dan memudahkan dalam proses editing. Demikian pula kaset audio, yang jauh lebih kecil dan dapat direkam serta diputar ulang, yang mulai dikenal di tahun 1963.

cd

Kualitas suara yang jernih kemudian menjadi kelebihan compact-disc atau cakram audio sejak dikenalkan di tahun 1982. Sedangkan jangkauan luas dengan biaya super ringan merupakan keistimewaan yang ditawarkan medium internet yang mulai dikenal orang di tahun 1990-an (malah dalam banyak situs sering ditawarkan download atau fasilitas mengunduh lagu secara gratis). Teknologi digital membuat musik semakin dekat dalam jangkauan masyarakat. Musik pun semakin menguasai beragam ruang dengar manusia.

Indriati Yulistiani

(Dari: Berbagai Sumber)
[Gambar-gambar diambil dari: www.wikipedia.org, aftasta.blogspot.com, kunangkunangku.wordpress.com, toshare.dynup.net]
About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s