<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Ciater Masih yang Ter &#8230;</title>
	<atom:link href="http://jagatalun.com/2008/09/14/ciater-masih-yang-ter/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jagatalun.com/2008/09/14/ciater-masih-yang-ter/</link>
	<description>Tempat Para Bocah Berkiprah dan Para Mbah Tetirah</description>
	<lastBuildDate>Wed, 23 Nov 2011 05:38:57 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<item>
		<title>Oleh: Billy Soemawisastra</title>
		<link>http://jagatalun.com/2008/09/14/ciater-masih-yang-ter/#comment-647</link>
		<dc:creator><![CDATA[Billy Soemawisastra]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Nov 2011 05:38:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jagatalun.wordpress.com/?p=228#comment-647</guid>
		<description><![CDATA[Terima kasih atas masukannya, Bung Rian.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Terima kasih atas masukannya, Bung Rian.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Rian</title>
		<link>http://jagatalun.com/2008/09/14/ciater-masih-yang-ter/#comment-645</link>
		<dc:creator><![CDATA[Rian]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Nov 2011 01:22:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jagatalun.wordpress.com/?p=228#comment-645</guid>
		<description><![CDATA[Diralat sedikit, saya termasuk sering mandi air panas di Cipanas, Garut, dan Ciater, Subang. Kalo dibilang air panas di Cipanas Garut suam2 kuku tidak tepat juga, karena tergantung di lokasi mana kita mandinya. 

Cobalah merasakan pancuran (terapi) air panas di Hotel Tirtagangga, itu panas banget. Tetapi di lokasi yang sama di kolam renangnya tidak terlalu panas, cenderung hangat. Atau kalo kita renang di hotel Sabda Alam masih di Cipanas juga, itu air yang baru keluar dari pancuran lebih panas dari yang di kolam, meskipun tidak sepanas di pancuran Hotel Tirtagangga.

Sama juga halnya dengan di Ciater atau Sariater. 

Di Ciater Spa Resort ada 2 kolam rengan Kunang2 dan Kiara. Di Kiara, panasnya hanya sekitar 39 derajat (kolam untuk anak kecil) tapi sedikit lebih panas di kolam dewasanya.  Nah, kalo di kolam renang Kunang2 itu lebih panas dari yang di Kiara, sekitar 45 derajat.

Di Sari Ater pun sama, ada beberapa kolam dengan tingkat panas yang berbeda, harga masuknya pun beda2.

Mengenai manfaat, masing2 air panas memiliki perbedaan karena kandungan mineralnya. Di Ciater kandungan sulfurnya memang tinggi, jadi lebih cocok untuk pengobatan kulit. Karena tingginya kandungan sulfur maka airnya terlihat/terkesan berwarna, padahal warna yang terlihat itu endapan sulfur yang mengendap di lapisan batu/permukaan tanah.

Di Cipanas, kandungan sulfurnya sedikit tapi kandungan mineralnya yang tinggi makanya airnya cenderung tidak berwarna, tetapi kalo mau sedikit melihat2 sumber mata airnya, di lapisan bawahnya tetap ada endapan berwarna meski tidak sebanyak di Ciater.

Mengenai harga tiket, karena di Ciater hanya dikelola oleh 2 perusahaan jadi tidak ada pilihan lagi, tapi di Cipanas selain ada kolam yang dikelola oleh Pemda (paling atas), ada juga kolam2 yang khusus dikelola oleh banyak hotel mulai dari yang murah sampai yang mahal.

Kalo kita masuk ke Hotel Tirtagangga untuk menikmati pancuran air panas dan kolam renangnya, cukup bayar Rp 25 ribu, tempatnya bersih. Apalagi di hotel Sumber Alam, malah menurut saya lebih bagus dari Sari Ater sekalipun. Saya bisa membandingkannya karena sudah pernah menginap di kedua tempat itu.

Kalo kita masuk ke kolam renang yang dikelola pemda, sudah mahfumlah di mana2 tempat wisata yang dikelola pemerintah relatif minim &amp; cenderung kumuh. Tapi jangan salah, coba datang ke Sariater saat sabtu/minggu, itu kawasan wisata jauh dari kesan bersih &amp; nyaman! Sampah berserakan di mana2, bahkan di aliran sungai atau kolam. Orang taruh baju, gelar tikar plus warung2 yang tidak tertata...ini tidak lebih baik dari kesan kumuh.

Tambahan lagi, keliru kalo dibilang air panas di Cipanas Garut dicampur dengan air biasa.
 

Semoga bermanfaat.
Salam,
Ontohod]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Diralat sedikit, saya termasuk sering mandi air panas di Cipanas, Garut, dan Ciater, Subang. Kalo dibilang air panas di Cipanas Garut suam2 kuku tidak tepat juga, karena tergantung di lokasi mana kita mandinya. </p>
<p>Cobalah merasakan pancuran (terapi) air panas di Hotel Tirtagangga, itu panas banget. Tetapi di lokasi yang sama di kolam renangnya tidak terlalu panas, cenderung hangat. Atau kalo kita renang di hotel Sabda Alam masih di Cipanas juga, itu air yang baru keluar dari pancuran lebih panas dari yang di kolam, meskipun tidak sepanas di pancuran Hotel Tirtagangga.</p>
<p>Sama juga halnya dengan di Ciater atau Sariater. </p>
<p>Di Ciater Spa Resort ada 2 kolam rengan Kunang2 dan Kiara. Di Kiara, panasnya hanya sekitar 39 derajat (kolam untuk anak kecil) tapi sedikit lebih panas di kolam dewasanya.  Nah, kalo di kolam renang Kunang2 itu lebih panas dari yang di Kiara, sekitar 45 derajat.</p>
<p>Di Sari Ater pun sama, ada beberapa kolam dengan tingkat panas yang berbeda, harga masuknya pun beda2.</p>
<p>Mengenai manfaat, masing2 air panas memiliki perbedaan karena kandungan mineralnya. Di Ciater kandungan sulfurnya memang tinggi, jadi lebih cocok untuk pengobatan kulit. Karena tingginya kandungan sulfur maka airnya terlihat/terkesan berwarna, padahal warna yang terlihat itu endapan sulfur yang mengendap di lapisan batu/permukaan tanah.</p>
<p>Di Cipanas, kandungan sulfurnya sedikit tapi kandungan mineralnya yang tinggi makanya airnya cenderung tidak berwarna, tetapi kalo mau sedikit melihat2 sumber mata airnya, di lapisan bawahnya tetap ada endapan berwarna meski tidak sebanyak di Ciater.</p>
<p>Mengenai harga tiket, karena di Ciater hanya dikelola oleh 2 perusahaan jadi tidak ada pilihan lagi, tapi di Cipanas selain ada kolam yang dikelola oleh Pemda (paling atas), ada juga kolam2 yang khusus dikelola oleh banyak hotel mulai dari yang murah sampai yang mahal.</p>
<p>Kalo kita masuk ke Hotel Tirtagangga untuk menikmati pancuran air panas dan kolam renangnya, cukup bayar Rp 25 ribu, tempatnya bersih. Apalagi di hotel Sumber Alam, malah menurut saya lebih bagus dari Sari Ater sekalipun. Saya bisa membandingkannya karena sudah pernah menginap di kedua tempat itu.</p>
<p>Kalo kita masuk ke kolam renang yang dikelola pemda, sudah mahfumlah di mana2 tempat wisata yang dikelola pemerintah relatif minim &amp; cenderung kumuh. Tapi jangan salah, coba datang ke Sariater saat sabtu/minggu, itu kawasan wisata jauh dari kesan bersih &amp; nyaman! Sampah berserakan di mana2, bahkan di aliran sungai atau kolam. Orang taruh baju, gelar tikar plus warung2 yang tidak tertata&#8230;ini tidak lebih baik dari kesan kumuh.</p>
<p>Tambahan lagi, keliru kalo dibilang air panas di Cipanas Garut dicampur dengan air biasa.</p>
<p>Semoga bermanfaat.<br />
Salam,<br />
Ontohod</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

